Teknik Instalasi Linux Mandriva
Jika anda ingin mempunyai System Operasi yang Free dan bias
anda kembangkan sendiri. Kenapa gak nyoba Linux aja (open sos)
Kalau udah punya CD master Linux langsung aja di install
Gak terlalu sulit, Cuma agak ribet klo baru pemula. Tapi makin
lama juga makin bisa. Di jamin.
tp yang belum punya masternya download dulu disini (Download Linux Mandriva)
tp yang belum punya masternya download dulu disini (Download Linux Mandriva)
Ox ,,, langsung aja ke topiknya :
Sebelum instalasi Linux
·
Pastikan kita masih memiliki sisa harddisk
minimal sebesar 1.5GB untuk Linux. Tidak apa-apa jika harddisk tsb. sudah
terformat menggunakan Windows FAT32, kita bisa mengakali agar file system-nya
nanti di ubah menjadi Linux.
·
Catat baik-baik semua data teknis periferal yang
ada di komputer yang kita gunakan, seperti, ethernet card (LAN card), sound
card, jenis harddisk, video card. Umumnya Linux Mandrake dapat secara otomatis
mendeteksi card-card tersebut, hal ini hanya untuk berjaga-jaga kalau Mandrake
gagal mendeteksi card periferal tsb. Cara paling sederhana & gampang untuk
men-check data teknis peralatan / card periferal yang digunakan adalah
menggunakan Windows melalui Start à Settings à
Control Panel à
System à
Device Manager. Klik device yang kita inginkan & catat resources yang
digunakan.
·
Setting BIOS diubah agar urutan booting menjadi
FDD (floppy) à
CDROM à
HDD (harddisk). Untuk memasuki setting BIOS tekan ESC atau DEL pada saat booting pertama kali &
cari bagian untuk setting urutan booting.
Siapkan Partisi Untuk Linux
Bagian ini merupakan bagian yang paling seru, merupakan seni tersendiri & sangat tergantung pada kebutuhan kita maupun kondisi awal harddisk yang akan kita instalasi. Minimal sekali Linux akan membutuhkan partisi:
Directory / Mount
|
File System
|
Ukuran
|
/
|
Ext2
|
1 Gbyte
|
/home
|
Ext2
|
100Mbyte
|
Swap
|
Swap
|
64Mbyte
|
Proses setting partisi dapat dilakukan secara automatis
oleh Linux atau secara manual.
Instalasi Linux
Masukan CD Linux Mandrake (CD 1) ke CD drive & booting
komputer. Mohon di pastikan bahwa anda telah menset BIOS agar urutan booting
adalah:
FDD
(floppy) à
CDROM à
HDD (harddisk).
Jika booting dari CDROM Linux dapat dilakukan dengan baik
maka anda akan melihat logo Linux Mandrake pada layar. Anda dapat langsung
menekan tombol ENTER untuk melanjutkan proses instalasi.
Perlu saya ingatkan disini
bahwa proses instalasi Linux, terutama bagi yang menggunakan distribusi
Mandrake 8.0 sudah demikian mudahnya karena sebagian besar parameter-nya
tinggal di klik OK saja karena Mandrake telah mendeteksi & menyiapkan yang
terbaik. Di samping itu, sebagian parameter dapat di set ulang setelah Linux
Mandrake terinstall menggunakan fasilitas Mandrake Control
Center . Oleh karenanya
kita tidak perlu takut akan menderita kesulitan yang berarti untuk
menginstalasi Linux.
Selanjutnya akan saya overview
sedikit proses yang terjadi pada saat instalasi. Terus terang, sebagian besar
yang harus kita lakukan hanya menekan OK, Accept. Kalaupun kita harus menset
sesuatu biasanya semua tertera dengan jelas pada layar.
Layar pertama yang akan muncul
adalah menanyakan bahasa apa yang ingin anda gunakan dalam operasi Linux.
Sebagian orang akan memilih bahasa Indonesia yang kebetulan di sediakan juga di
Linux Mandrake. Beberapa rekan, masih lebih menyukai untuk menggunakan bahasa
Inggris karena terbiasa dengan bahasa Inggris. Tekan tombol OK untuk
melanjutkan.
Seperti hal-nya proses
instalasi software lainnya, anda akan diminta untuk menerima perjanjian lisensi
penggunakan software. Anda dapat membaca-nya baik-baik jika dibutuhkan &
jika anda menerima perjanjian penggunaan software tersebut dapat menekan tombol
ACCEPT.
Karena Linux mempunyai banyak
sekali koleksi software, maka ada beberapa pilihan instalasi yang dapat
dilakukan. Oleh karena itu Mandrake memberikan pilihan apakah kita akan
menginstall software yang recommended saja, atau untuk expert (ahli). Pada
pilihan recommended hanya software yang diperlukan saja yang akan di install.
Pada pilihan expert maka banyak software lainnya yang akan di install yang
biasanya hanya dibutuhkan oleh orang yang ahli Linux (bukan user biasa). Bagi para pemula saya sarankan untuk memilih
recommended agar sebagian besar proses akan di otomatisasi oleh Linux.
Mungkin yang paling penting
hanya pemilihan paket program yang akan digunakan, karena Linux membawa banyak
sekali paket program. Tentunya sebaiknya anda memilih paket program yang anda
butuhkan saja untuk menghemat harddisk. Pada dasarnya pola fikir yang digunakan
tidak terlalu rumit, secara sederhana kita biasanya memfokuskan pada penggunaan
workstation, server atau development. Masing-masing akan membutuhkan software
yang berbeda sekali satu sama lain.
Pada saat anda mencoba-coba Linux
tidak ada salahnya sebanyak mungkin software di install agar dapat dicoba
berbagai hal yang berkaitan dengan Linux. Biasanya cukup salah satu lingkungan
grafik yang di install (saya biasanya memilih KDE) agar tidak menghabiskan
banyak ruang di harddisk. Biasanya harddisk sebesar 1.5-1.9Gbyte cukup untuk
menginstall cukup banyak software termasuk source code untuk development.
Waktu instalasi semua paket
software akan sangat tergantung pada jenis CD drive & komputer yang anda
gunakan. Untuk komputer saya Pentium II 233MHz membutuhkan sekitar 45 menit s/d
1 jam untuk menginstall semua paket software yang saya inginkan. Pada beberapa
kesempatan saya sempat menginstall di mesin Pentium III CD drive > 40x,
ternyata membutuhkan hanya sekitar 5-10 menit-an untuk menginstalasi semua
software yang saya butuhkan.
Setelah semua software di
instalasi, anda akan di tanyakan password untuk root (user tertinggi) di mesin
anda. Jangan sampai lupa password root, karena dengan root anda dapat melakukan
apa saja di komputer anda ini.
Kemudian secara bertahap kita
dapat memasukan user untuk komputer yang akan kita gunakan. Informasi nama,
username, password untuk masing-masing user harus dimasukan secara manual satu
per satu. Sebaiknya untuk penggunaan sehari-hari gunakan user non-root untuk
menjaga jangan sampai kita mengubah konfigurasi system secara tidak sengaja.
Kita akan di sodorkan beberapa
pilihan untuk menset layar monitor, resolusi, tingkat warna-nya dll. Biasanya
semua sudah di set dengan baik oleh software DrakX. Sehingga kita hampir tidak
perlu melakukan apa-apa kecuali menekan tombol OK. Untuk aman-nya pengalaman saya dalam
pemilihan monitor yang di Linux, saya biasanya menggunakan setting generic
untuk non-interlace monitor jika ingin memperoleh resolusi di atas 800x600.
Ah lumayan sesudah menunggu sekitar satu jam-an maka Linux
anda siap untuk di jajal.
Lagian Kopinya juga masih hangat… hehehe
Thank’s
Tidak ada komentar:
Posting Komentar